Wednesday, June 22, 2016

mengatasi dengung pada spreaker aktiv +subwoofer

Cara Servis Sepeker Aktif  Suara Berdengung Posisi Tanpa Input Dan Volume Nol serta sub  wofer tidak berfungsi yang akan kami bagikan kali ini memang sering terjadi pada sebuah speker aktif apapun merknya,karena sebuah speker aktif dengan casing/box berbahan kayu sangat susah untuk membuang panas dengan sempurna sehingga solderan mudah terlepas serta komponen terutama elco mudah rusak akibat panas berlebihan,dan di perparah dengan getaran dari speker itu sendiri.

1:Untuk memulai pengecekan kita coba perhatikan dulu kondisi kerusakan speker tersebut dengan cara kita nyalakan dan kita dengarkan apakah berdengungnya keras sekali tanpa ada suara input sama sekali meskipun di masukkan input??atau ada suara input audio namun suara cacat/pecah pecah??kalau kondisi seperti ini berarti kerusakan berada pada bagian power ampli"jangan lama lama mencobanya segera cabut aliran listriknya dan kita mulai perbaiki karena kalau terlalu lama speker kemasukan tegangan dc akan terbakar"
Langkah berikutnya adalah kita cek out put power ampli,biasanya kerusakan seperti ini pada output power ampli ada tegangan dc yang masuk bisa negatif atau positif,apa bila yang keluar tegangan positip berarti yang rusak adalah transistor npn( transistor MJ2955 atau sejenisnya) begitu pula sebaliknya jika yang keluar tegangan positif berati yang rusak transistor pnp(transitor 2N3055 atau sejenisnya) dengan catatan apa bila menggunakan sistem ocl ,atau dengan transistor berpasangan pnp dan npn.

Biasanya kerusakan seperti ini akan merembet ke komponen sekitarnya seperti resistor,transistor driver bahkan PCB ikut gosong,ganti juga komponen sekitarnya yang gosong meskipun di tes masih bagus/nilainya masih tepat,karena dalam jangka tertentu pasti akan bermasalah .

2:Apabila kita dengarkan suara dengungan tidak terlalu besar dan input audio masih masuk dan jernih/tidak pecah berarti kerusakan pada bagian power suply/ adaptor untuk langkah berikutnya kita cek semua komponen bagian power suply,apa bila power suply terpisah dengan power ampli akan lebih mempermudah kita dalam pelacakan kerusakan karena jelas bloknya apa bila blok power suply jadi satu dengan power ampli kita lacak.kita cekk komponen yang bentuk fisiknya paling besar seperti slco,dioda yang paling besar.

Dalam pelacakan yang kami dapati dengan kami memperhatikan keluhan dari user yang mengeluhkan kerusakan sepeker aktifnya yaitu dengungan pada awal di nyalakan agak kecil namu lama keamaan bertambah besar berarti berurusan dengan panas yang mengakibatkan conek/hubungan sebuah komponen satu dengan yang lain berkurang karena panas,dengan kami teliti satu persatu ahirnya kami menemukan sebuah elco power suply dengan nilai 6800mf/50volt terlepas solderanya(ngefong)istilah jawa kerenya.

Selanjutnya karena elco kamilihat masi bagus kondisinya hanya kami gosok kaki kaki elco dengan cutter sampai bersih/terlihat batang tembaganya kemudian kami pasang kembali dan hasilnya normal,tidak ada dengungan sama sekali.

3:Langkah selanjutnya adalah memperbaiki bagian control sub wofer yang tidak befungsi dengan mulai pengecekan suply rangakaian sub wofer,apabila suply normal kita cek potensio meter,denga multi tester posisi skala 1kohm sambil kita putar ke kanan dan ke kiri,apa bila potensio normal sesuai dengan nilai yang tetera maka langkah terahir adalah kita ganti IC sub wofer yaitu LM 324 seperti pada gambar di bawah,kenapa langsung kita ganti/?karena memang IC hampir tidak bisa kita cek dengan multi tester dan harganyapun juga tidak mahal.


Setelah IC LM 324 Kami ganti dengan yang baru kemudian speker aktif kami coba nyalakan dan hasilnya ok suara tidak berdengung lagi dan sub wofer juga berfungsi dengan baik,demikian artikel ringan yang dapat kami bagikan kali ini tentang Cara Servis Speker Aktif Suara Berdengung Posisi Tanpa Input Dan Volume Nol,mudah mudahan artikel ini bisa membantu bagi yang membutuhkan dan bermanfaat bagikita semua terima kasih salam sukses.

tips memilih tone control

Pada kesempatan ini, ane mau ngasih Tip sedikit cara memilih Tone Control yang baik dan Cocok dengan Power Amplifier OCL kita.
Sebenarnya ada banyak banget versi dan bentuk Tone Control untuk PA kita, khususnya PA OCL. Ada yang Mono dan Stereo, ada yang bercatu daya tunggal (Liner) (-) dan (+), dan juga bercatu daya ganda (Simetris) (-), (0) dan (+). Adapun manfaat dan kualitasnya ga jauh beda & Merek juga ga bisa di buat Patokan, cuma yang membedakan kualitas2 Componen yang terpasang di Kit atau PCB Tone Control itu.
Oke caranya sebagai berikut,
Pilih Tone Control terserah selera anda yang menurut anda bagus. Kalau saya suka memilih Tone Control yang bercatu daya “Simetris atau CT, karena lebih setabil.
Untuk pemasangannya mari kita perhatikan Power Amplifier kita, bila OCL 300watt ke bawah lebih baik pasang Tone Control yang ada Subwofernya, biasanya bertulis “Tone Control plus Subwoofer” di Kit & PCB’nya.
Atau pilih Tone Control biasa tinggal menambah Aktif Subwoofer pada out Tone Control itu, ini menjadi Amplifier versi 2,1. Tiga jalur Out’nya.
Tapi kalau suka Tone Control biasa, pilih aja yang bercatu daya CT (Simetris) ini lebih bagus suaranya dan stabil.
Dan untuk Power Amplifier 300 atau 400watt ke atas, saya sarankan memakai Tone Control “PARAMETRIX” ini lebih jernih dan bagus suaranya, ketimbang Tone Control biasa dan bila perlu tambah Galaxy atau Giga Bass sebelum masuk ke Tone Control. Biar nada Bass’nya Pulen dan Nendang, seperti di tendang kuda he. .he . ..
“Perhatian, semua Tone Control biasanya berkekuatan cuma 2 sampai 3 Ampere. Usahakan menggunakan TRAVO terpisah, lebih baik menggunakan Travo 2 Ampere tidak lebih.
Untuk regulatornya pakai Ic AN78xx arus (+) dan pasanganya AN79xx arus (-). Karena keluaran Arus IC AN78xx ini 2 Ampere.
Kiranya cukup itu saja, cara memilih Tone Control yang baik, bila ada kurang dan lebihnya kami m0h0n maap

jenis jenis power amplifer

Dunia audio mobil memiliki penggemarnya sendiri, namun tidak sedikit dari kalangan masyarakat yang menikmati hiburan musik di dalam mobil mereka. Karena dengan kualitas suara audio yang baik akan membuat perasaan berbeda dalam berkendara. Audio dengan kualitas suara yang bagus mampu membuat tenang pendengarnya saat mengemudi. Tidak percaya? Coba Anda buktikan sendiri.
Orang-orang yang mempunyai hobi seputar audio sistem selalu berusaha mencari yang terbaik untuk perangkat audio mereka, mereka memperhatikan setiap detail area dalam audio. Mereka berusaha untuk memurnikan suara yang dihasilkan oleh perangkat audio mereka sehingga mencapai detail yang maksimum melalui loudspeaker, posisi speaker, kabel, kualitas listrik, dan sebagainya. Salah satu area yang penting dalam reproduksi suara adalahpower amplifier atau perangkat penguat audio.

4 kelas power amplifier

Beragam merek dan model amplifier after market yang beredar di pasaran. Secara umum, power amplifier memiliki beberapa kelas, diantaranya :
1. Class A
2. Class B
3. Class AB
4. Class D
Mungkin Anda pernah melihat atau mendengar istilah-istilah kelas tersebut di perangkat audio anda dan tidak pernah tahu apa artinya. Mari kita ungkap apa arti istilah-istilah tersebut.
Kelas mengkategorikan jenis kelas operasi setiap amplifier. Masing-masing dengan profil operasional yang sedikit berbeda yang berdampak pada hasil suara yang dihasilkan. Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan hasil suaranya tetapi dalam tulisan ini kita berbicara “secara umumnya”.

Power Amplifier Class A

Kelas A adalah amplifier yang paling linear diantara semua kelas amplifier. Sinyal apapun yang di hasilkan oleh amplifier kelas ini adalah sesuai dengan sinyal inputnya. Dengan kata lain Amplifier ini berbanding lurus antara input dan outputnya. Karakteristik power amplifier Kelas A :
• Perangkat output (Transistor) mengalirkan seluruh sinyal input. Dengan kata lain, power amplifier tersebut mereproduksi seluruh gelombang amplitudo sinyal suara yang masuk secara keseluruhan.
• Amplifier ini termasuk panas karena transistor nya bekerja terus menerus dengan tenaga penuh.
• Tidak ada kondisi dimana transistor beristirahat meski hanya sejenak, meski bukan berarti amplifier tersebut tidak bisa dimatikan. Maksudnya adalah ada aliran listrik konstan yang mengaliri transistor tersebut secara terus menerus (dan ini secara tetap menghasilkan panas) yang disebut sebagai “bias”.
• Amplifier Kelas A adalah amplifier yang paling inefisien. Nilai efisiensi nya sekitar 20.
Karena faktor-faktor itulah amplifier kelas A dianggap paling inefisien, per watt output yang dikeluarkan, sekitar 4-5 watt terbuang sia-sia dalam bentuk panas. Pada umumnya bentuknya besar dan sangat berat bobotnya. Karena panas, amplifier ini membutuhkan ventilasi dan pembuangan panas yang cukup besar juga (sangat tidak ideal untuk dipasang di mobil anda dan pada umumnya jarang di pakai oleh umum). Keuntungannya adalah amplifier ini benar-benar menghasilkan setiap detail suara yang masuk lewat inputnya, bebas dari distorsi.

Power Amplifier Class B

Di dalam amplifier ini, bagian positif dan negatif dari sinyal ditangani oleh bagian yang berbeda dari sirkuit. Perangkat output (transistor) terus bekerja hidup dan mati. Kelas B amplifier memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Sinyal input dari amplifier ini harus lebih besar agar bisa menjalankan transistor dengan baik.
• Hampir merupakan kebalikan dari amplifier kelas A.
• Harus ada setidaknya dua perangkat output sejenis dengan penguat ini. Bagian output amplifier ini menjalankan dua output tersebut. Masing-masing perangkat output tersebut menjalankan setengah panjang gelombang sinyal suara secara bergantian. Pada waktu transistor tidak bekerja, maka tidak ada aliran listrik (bias) yang mengaliri transistor tersebut.
• Setiap perangkat output tersebut berada dalam kondisi on (hidup) selama satu setengah kali siklus gelombang amplitudo.
Amplifier kelas B bekerja lebih dingin daripada kelas A, tetapi power amplifier kelas B mengalami distorsi pada frekwensi-frekwensi tertentu yang ter “cross over”. Hal ini disebabkan karena amplifier tersebut tidak bekerja penuh setiap saat (bergantian nyala-hidup setiap amplitudo).
Topologi amplifier ini adalah dengan sistem tarik dan dorong (push-pull), satu menarik sinyal dari loudspeaker dan yang lain mendorong sinyal audio ke loudspeaker. Hal ini membuat amplifier ini bisa menjadi lebih murah, karena bisa menggunakan dua macam transistor yang harganya murah daripada memakai sebuah transistor yang mahal.
Sudah disebutkan diatas bahwa power amplifier ini membutuhkan sinyal output yang besar. Dengan demikian sinyal audio yang masuk harus dikuatkan terlebih dahulu sebelum masuk ke perangkat output. Karena lebih banyak sirkuit yang harus dilalui oleh sinyal audio tersebut, sinyalnya terdegradasi (kualitasnya turun) terlebih dahulu sebelum masuk ke perangkat outputnya.

Power Amplifier Class AB

Ini adalah komparasi dari dua kelas diatas. Amplifier kelas operasi AB memiliki beberapa keuntungan terbaik dari Kelas A dan Kelas B built-in. Keuntungan utamanya adalah kualitas suara sebanding dengan Kelas A dan efisiensi mirip dengan Amplifier Kelas B. Kebanyakan amplifier modern menggunakan topologi ini. Karakteristiknya:
• Pada umumnya Kelas AB bekerja seperti Kelas A tetapi dengan tingkat level output lebih rendah. Sekali lagi memberikan yang terbaik dari dua Kelas amplifier (kelas A dan B).
• Bias output diatur sehingga arus listrik mengalir dalam perangkat output selama lebih dari setengah siklus sinyal tetapi kurang dari seluruh siklus.
• Ada cukup arus yang mengalir melalui masing-masing perangkat untuk tetap beroperasi sehingga mereka merespon langsung tuntutan tegangan input.
• Pada tahap keluaran tarik dan dorong (push-pull), ada beberapa tumpang tindih karena setiap perangkat output membantu yang lain selama masa transisi singkat, atau periode crossover dari positif ke negatif setengah dari sinyal tersebut.
Ada banyak implementasi dari desain power amplifier Kelas AB ini. Non linearitas Kelas B hampir dihilangkan tetapi sambil menghindari panas dan inefisiensi yang dihasilkan oleh Amplifier Kelas A. Nilai efisiensi amplifier kelas AB ini sekitar 50 dan menjadi desain kelas amplifier yang cukup populer saat ini dan dapat digunakan di mobil maupun di rumah.

Power Amplifier Class D

Sering disalah artikan sebagai Digital amplifier oleh masyarakat umum. Berikut ini adalah karakteristik Kelas D:
• Sementara ini memang beberapa Amplifier Kelas D berjalan dalam modus digital, menggunakan data biner yang koheren, sebagian tidak.
• lebih cocok bila disebut “switching” amplifier, karena di sini perangkat output dengan cepat dinyalakan dan dimatikan setidaknya dua kali untuk setiap siklus.
• Bergantung pada frekuensi switching nya, mereka dapat “dihidupkan” atau “dimatikan” jutaan kali per detik.
• Secara teoritis Amplifier Kelas D 100% efisien, tetapi dalam prakteknya, efisiensinya berkisar antara 80-90%.
• Nilai tinggi pada efisiensi, dengan korban kualitas reproduksi audio yang terdegradasi.
Amplifier Kelas D pada umumnya digunakan pada aplikasi non Hi-fi atau untuk subwoofer.
Kesimpulan:
• Kelas D unggul dalam efisiensi tapi lemah dalam kualitas reproduksi suara.
• Kelas B umumnya mendapatkan distorsi crossover, jauh dari Kelas D dalam efisiensi.
• Kelas AB merupakan topologi yang paling mendekati dengan kata ideal.
• Dari semua desain tersebut memang merupakan kompromi terbaik dari kinerja versus biaya.
• Kelas A merupakan yang paling linear, non efisien, panas dan paling mahal.
Itulah 4 jenis kelas power amplifier secara umum.
CRT atau yang lazim di sebut tabung tv atau ada yang menyebut layar adalah komponen utama yang terdapat dalam sebuah tv,sesuai dengan namanya televisi yang artinya melihat dengan jarak yang jauh,jadi patut kita pertimbangkan dalam pengecekan karena komponent tv yang satu ini memang yang utama dan harganya paling mahal di antara komponent yang lain.

Ada 5 macam jenis kerusakan CRT/tabung televisi antara lain;
1) Salah satu filamen ada yang mati atau ke tiga filamen mati semua,cara mengeceknya sangat mudah karena bisa di lihat dengan mata kita nyala atau tidaknya filamen CRT

2)Filamen terhubung singkat dengan salah satu katoda CRT ini juga bisa di lihat dengan mata langsung yaitu layar tv ketika di nyalakan hanya terlihat putih terang dan ada garis garis tipis melintang horisontal dari atas tabung sampai bawah,kada terlihat gambar tipis tapi kadang juga tidak terlihat gambar sama sekali,kerusakan pada no 1 dan 2 ini biasanya karena kelebihan votase pada filamen atau voltase anoda flybek akibat tegangan Vcc/suply utama TV berlebihan

3)Gas CRT bocor ini terjadi karena ada keretakan pada bagian CRT terutama bagian belakang(leher CRT/tabung) karena CRT bagian belakang memang Kacanya lebih tipis jadi lebih mudah pecah atau retak,penyebab kerusakan biasanya karena terbentur benda keras,terkena lonjakan voltase atau pada TV merk/tipe tertentu karena kerusakan pada bagian rangkaian Defleksi baik horozontal/vertical

4)Warna layar tidak merata seperti terkena magnet atau rangkaian Degausing tidak bekerja belang belang di beberapa bagian layar dan kebanyakan di bagian pojok pojok layar,kerusakan ini teradi akibat benturan yang cukup keras pada bagian depan CRT sehingga plat yang ada dalam CRT bergeser tidak pada posisinya

5)Kerusakan CRT yang Ke 5 ini adalah Habisnya Emisi pada CRT/tabung televisi seperti terlihat pada gambar paling atas yang akan kami bahas secara detail karena tidak serta merta bisa di lihat dengan mata langsung,mungkin bagi teknisi yang yang sudah benar benar ahli dan berpengalaman sudah bisa memastikan kerusakan ini meskipun hanya 80% saja.

Kerusakan tabung karena habisnya emisi(low emision)ini terjadi karena jangka waktu pemakaian yang sudah lewat dari batas yang tertera pada CRT(long live)atau sudah habis masa hidupnya,ciri ciri kerusakan CRT low emisi ini gambar terlihat redup,kontras tidak maksimal,meskipun pengaturan brigtnes/contras/colour sudah maksimal semua,juga pengaturan screen pada flybek juga maksimal namun gambar tetap redup.

Kerusakan CRT/tabung televisi(low emisi)ini bisa kita cek dan kita pastikan dengan 2 cara yaitu;
1)Dengan menggunakan trafo 2amp dengan tegangan 5-6volt AC langsung dari output trafo di sambungkan ke kaki filamen tabung,kemudian siapkan multi tester dan posisikan rotari penujuk skala pada multi tester pada posisi 1Kohm,kemudian colok multi negatif di pasang ke ground CRT dan colok positif(colok warna merah) untuk mengukur katoda merah, hijau, biru pada CRT lihatlah penyimpangan jarum pada multi tester tersebut apa bila hanya bergerak sedikit berarti tabung rusak,apa bila penyimpangan jarum sampai ke tengah/tegak lurus dan ke tiga katoda hampir sama berarti tabung masih bisa di pakai(kondisi 80%) apa bila penyimpangan jarum lebih miring ke kanan berarti CRT kondisi OK.

Apa bila penyimpangan jarum antara 3 katoda merah ,hijau,biru di tengah tapi ada salah 1 yang lebih besar/lebih kecil sedikit juga masih bisa di pakai tapi pencampuran warnanya tidak bisa maksimal,dan akan cenderung menonjol warna yang lebih banyak emisinya.

2)Cara yang ke 2 ini lebih praktis yaitu dengan menggunakan mesin dari TV itu sendiri yaitu;mesin Tv tetap terpasang sempurna ke CRT/tabung TV,kemudian lepaskan katoda merah,hijau,biru dari modul/pcb matrik sampai benar benar terlepas,kemudian siapkan multi tester dan posisikan rotari pada skala 250volt DC lalu pasang colok negatif pada multi/kabel multi warna hitam ke casis/ground pada CRT lalu TV di nyalakan dan ukurlah masing masing katoda dengan colok multi positif apa bila ke 3 katoda menunjukan 150volt DC atau lebih sedikit berarti CRT OK juos gandos,begitu pula apa bila salah satu ada yang kurang atau yang lebih berati CRT bermasalah sebaiknya di ganti.

Dan apa bila kita perhtikan di layar TV Katoda yang menunjukkan voltase lebih tinggi maka nyala warna katoda tersebut lebih terang/lebih tebal warnanya begitu pula sebaliknya yang menunjukkan voltase lebih kecil juga lebih redup/lebih tipis warnanya.

Bagai mana sobat semua?sangat mudah bukan?tapi yang tidak kalah pentingnya keselamatan kerja harus di utamakan ,baik keselamatan kita sebagai teknisi maupun keselamatan benda kerja mudah mudahan artikel saya ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bagi orang yang membutuhkan amiin,dan artikel tentang keselamatan kerja terutamatentang Pertelevisian akan kami ulas pada kesempatan lain ,juga artikel tentang cara menyuntik CRT low emisi bisa naik emisinya untuk lebih menghemat biaya juga akan segera kami luncurkan,juga artikel yang lain,JANGAN LUPA DATANG KE BLOG INI LAGI SOB terima kasih.

cara mudah servic tv cina

Untuk mereprasi TV cina dengan kondisi mati total memang relatif lebih mudah,karena skemanya cukup simpel tidk terlalu rumit dan hampir tidak menggunakan protektor sama sekali,sehingga kerusakan yang terjadi lebih mudah terdeteksi karena langsung bisa di cek,berbeda dengan TV buatan jepang,korea apa lagi TV eropa skemanya sangat rumit dan banyak sekali protektor yang di pasang sehingga untuk mengetahui kerusakan /trouble shoting harus membuka protektor dahulu,padahal untuk mencari letak protektor sendiri sudah perlu ketelitian juga pengetahuan yang banyak.

Kerusakan  yang paling sering terjadi pada TV cina dengan kondisi mati adalah kerusakan flybek(short)-transistor horizontal Short-transistor power suply short juga IC vertical amplifier,karena komponen komponen ini memang di paksa kerja keras untuk menyalakan tabung bekas monitor yang butuh kerja keras,dengan defleksi yoke yang besar dan impedanci yoke yang kecil maka tak heran kalau komponen tersebut mudah mati/short yang membuat TV cina tidak awet.

Pada kesempatan ini kami akan berbagi tentang Reparasi TV Cina Mati Total namun dengan kerusakan bukan yang biasa terjadi dan memang agak unik,karena cukup membuat kami berfikir 2X lansung saja kita mulai mereparasi TV cina;

  1. Seperti biasanya kita mulai dengan pengecekan tegangan dari
    masing masing catu daya yang di butuhkan,dalam hal ini umumnya TV cina adalah tegangan utama untuk mengerjakan rangkain horizontal yaitu;110 volt-tegangan 24 volt untuk mengerjakan rangkaian vertical-tegangan 16 volt untuk mengerjakan rangkaian sound sistem-dan tegangan 12 volt untuk mengerjakan program,croma dll.
  2. Langkah selanjutnya apabila semua catu daya yang di butuhkan sudah sesuai tapi TV masih belum nyala kita mengecek singnal oscilator pada kaki basis transistor horizontal dengan menggunakan multi tester posisi tegangan AC dan dengan skala 10 volt AC,TV yang normal akan menunjukkan -+1 volt ACapa bila lebih sampai 5 volt berarti oscilator tidak keluar atau tidak ada tegangan sama sekali berarti oscilator juga bermasalah.
  3. berikutnya kita cek Tegangan 5 volt suply untuk IC program kalau tidak ada cek komponen power suply 5 volt biasanya terdiri dari transistor,resistor dan dioda zener 5 volt,kalau semua bagus kita cek depanya lagi yaitu resistor fuse yang berasal dari power suply 12 volt,kalau resistornya bagus kita cek kapasitor/elco filter tegangan setelah melewati resistor fuse,atau langsung saja elco di ganti dengan yang baru karena elco agak susah kita tes dengan multi tester(tidak akurat)
  4. Langkah berikutnya adalah mengecek paling depan rangkaian power suply 5 volt yaitu dioda penyearah dari trafo switcing,sebenarnya dioda sangat mudah kita tes dengan menggunakan multi tester karena kerusakan yang biasa terjadi pada dioda baik dioda zener atau dioda penyearah sama yaitu short/korselet atau putus.ternyata biang keroknya ada pada dioda ini berkali kali kami tes bagus tidak short juga tidak putus tetapi ketika di pasang tidak bekerja.
  5. pengecekan dioda ini kami lakukan lebih dari sekali dan hasilnya tetap sama,tetapi yang membuat kami terjebak di sini karena ketika dioda di pasang tanpa beban tegangan 12 volt keluar,baru ketika di beri beban langsung hilang,atau di beri filter elco seharusnya makin stabil tapi tegangan malah melorot kurang dari 5 volt,dengan proses yang panjang tersebut ahirnya kami putuskan untuk mengganti dioda yang berulang kali kami cek dengan dioda yang baru dan hasilnya jreng tegangan 12 volt dan 5 volt normal dan TV cina yang kami kerjakan nyala.
Demikian cerita dalam kami reparasi TV cina Mati Total dengan panjangnya proses trouble shoting kami mudah mudahan bermanfaat bagi kita semua dan belajar dari pengalaman kami ini kita jangan yakin 100% kalau pengecekan dengan alat ukur yang cukup populer yaitu multi tester 100% tepat,karena sebenarnya masih banyak alat ukur yang lebih akurat dan lebih tepat seperti osciloskop dll ,namun karena multi tester adalah alat ukur yang paling terjangkau kita cukup untuk mereparasi TV tapi jangan menyerah untuk mencoba termasuk penggantian dengan komponen yang baru"hanya komponen yang harganya murah"kalau komponen yang mahal harus benar benar tepat.

Jangan lupa kunjungi lagi blog ini dan kami juga siap menerima masukan atau pengalaman anda pemirsa,karena pengalaman seseorang tidak sama ,mudah mudahan artikel kami bermanfaat bagi kita semua amiin dan terima kasih.